Rabu, 14 April 2021

TAHAPAN PRODUKSI VIDEO


Tahapan berikutnya adalah melakukan olah produksi video. Dalam membuat rekaman video, tergantung dari ide atau gagasan yang diangkat, bersifat realita, drama atau simulasi. Pada dasarnya terdapat tiga kategori jenis perekaman video yang dapat disajikan oleh pencetus ide, yaitu sebagai berikut :

  1. Perekaman video yang dilakukan pada objek nyata, seperti perekaman adegan drama, sinetron dan film.
  2. Perekaman video yang menggunakan metode simulasi, misalnya foto-foto tutorial menggunakan komputer.
  3. Kombinasi perekaman video pada objek langsung dan simulasi, sebagai contoh film animasi kartun dan film aksi.
Peralatan yang diperlukan pada saat merekam video ketika adegan sedang berlangsung cukup banyak, antara lain sebagai berikut:
  1. Kamera perekam yang dapat membidik, serta merekam gerakan dan suara, seperti handycam yang biasanya dilengkapi dengan penyangga (tripod) dan kursi geser.
  2. Peralatan pendukung pencahayaan, seperti lampu penerang dan cermin pemantul cahaya.
  3. peralatan sound yang bertugas merekam suara percakapan dalam adegan. memberikan efek suara sebagai latar belakang seperti mikriofon speaker dan lainnya.
Beberapa aspek proses yang harus diatur ketika melakukan perekaman video, yaitu sebagai berikut:

1. Pengaturan fungsi white balances.
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, kualitas pencahayaan pada objek bergerak perlu diatur. Posisi pengaturan white balance pada peralatan kamera harus disesuaikan dengan tekstur cahaya lokasi pengambilan gambar. Dominan warna biru sangat berpengaruh ketika berada diluar ruangan (dibawah terik panas matarahari), sedangkan efek dominan warna oranye akan muncuk ketika adegan berada didalam urangan. efek white balance akan membantu kamera secara otomatis beradaptasi dengan keadaan cuaca dan pencahayaan eksternal dilingkungan luar.


2. Teknik merekam video
Hampir semua jenis kamera digital yang beredar di pasaran saat ini sudah mengadoposi teknologi digital. selain dapat digunakan untuk mengambil gambar atau memotret juga mampu merekam video beberapa jenis kamera yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut.

a. Basic Camera
b. Compact Camera
c. Rugged Camera
d. Action Camera
e. 360 Degree Camera Digital
f. Web Camera
g. Bridge Camera
h. Compact System Camera
i. DSLR Camera
j. Digital Rangefinder Camera
k. DSLT Camera

Teknik pengambilan gambar untuk memperoleh hasil yang baik, perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut:
  1. Ketepatan, keakuratan dan konsistensi gambar. posisi kamera tidak boleh goyang dan berubah-ubah. Disinilah fungsi penyangga atau tripod menjadi penting.
  2. Pengaturan kontras warna, white balaces, fokus gambar dan exposure harus disesuaikan dengan kondisi objek yang difoto.
  3. pembesaran atau zoom harus disesuaikan dengan kapasistas lensa dan sistem kamera.
  4. sebaiknya hindari pencantuman fitur tanggal dan waktu pengambilan gambar.
  5. latar belakang lokasi pengambilan gambar juga perlu didokumentasikan.
  6. jika menggunakan fitur teknilogi kamera yang terpasang pada ponsel pintar, perhatikan tips berikut agar hasil bidikan gambar lebih maksimal:
         a. Selalu menjaga keseimbangan dan goyang atau goyah saat pengambilan gambar.
         b. Menyesuaikan konfigurasi pencahayaan agar gambar tidak blur.
         c. Diusahakan lebih dekat dengan objek agar lebih tajam resolusinya.
        d. Jika memungkinkan, tidak menggunakan fitur zooming secara digital, sebaiknya menggunakan  
            lensa.
 


Absensi Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital Kelas XI Pertemuan Ke-6

Jum'at, 16 April 2021 Pukul 10:00-12:00 WIB

Klik disini untuk melakukan Absensi Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital Kelas XI Pertemuan Ke-6

Kamis, 25 Maret 2021

Tugas Ke-3 Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital

Jum'at, 26 Maret 2021 Pukul 10:00-12:00 WIB


Kompetensi Dasar :

3. 13. Menganalisis produksi video, animasi dan musik digital

4. 13. Memproduksi Video atau musik digital

SINEMATOGRAFI DASAR

Sinematografi


Peralihan analog menuju digital dapat dikatakan cukup banyak berkontribusi dalam perkembangan teknologi di berbagai bidang industri. Tak terlepas pula teknologi pada bidang audio/visual, khususnya industri film. Dapat dikatakan demikian karena peralihan tersebut mampu mengubah atau bahkan melahirkan istilah-istilah yang belum pernah ada sebelumnya. Sebelumnya, istilah “sinematografi” hanya merujuk pada sebuah disiplin ilmu yang merupakan salah satu aspek yang membangun sebuah film. Namun, dewasa ini tak jarang pula kita mendengar istilah tersebut digunakan di luar industri film. Kerap terjadi penggunaannya pada seni dalam memproduksi sebuah video, yang sebenarnya lebih tepat jika menggunakan istilah “videografi”. Meski sama-sama merupakan istilah dalam bidang audio/visual dan terasa tipis perbedaannya, perbedaan videografi dan sinematografi sebenarnya cukup jelas. 

Sejarah

Sejak lahirnya industri film, istilah sinematografi merujuk pada sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan diterapkan oleh profesi sinematografer atau yang biasa disebut dengan DP/DoP (Director of Photography) dalam sebuah produksi film. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field. Sedangkan istilah videografi muncul setelah adanya medium elektronik untuk menangkap sebuah gambar bergerak yang berbasis digital yaitu kamera video, karena video yang dihasilkan memang dikhususkan untuk ditayangkan pada medium elektronik seperti untuk kepentingan tayangan televisi, internet, dan layar elektronik lainnya.

Medium

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pemilihan film yang berupa seluloid menjadi salah satu elemen dalam sinematografi. Namun, seiring dengan perkembangan digital saat ini, medium untuk menangkap gambar bergerak atau sinema tak hanya terbatas pada film seluloid atau kamera film saja. Kini telah banyak dijumpai pula sinematografer yang beralih menggunakan kamera berbasis digital, hal ini terjadi karena teknologi pada kamera film digital yang memungkinkan untuk terus berkembang. Produk akhir yang dihasilkan memang dapat dikatakan serupa dengan video yang sama-sama dihasilkan menggunakan kamera digital. Meski demikian, sinematografi tetap berdiri sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengutamakan elemen-elemen visual yang penting dalam membangun sebuah film. Medium yang sama tak serta menjadikan tujuan dalam menciptakan sebuah produk sama pula.



Teknis

Biasanya videografi mencakup tahap pascaproduksi seperti editing, dan biasa pula terjadi tahapan tersebut dikerjakan oleh orang yang sama. Seorang videografer dapat bekerja sendiri atau dalam tim, sedangkan sinematografi dipastikan membutuhkan sebuah kerja tim dikarenakan skala produksi yang berbeda. Biasanya sinematografer tak bekerja mengoperasikan kamera secara langsung, melainkan membutuhkan seorang asisten kamera pada tahap produksi. Sebenarnya, kekeliruan yang kerap terjadi dapat dikatakan pula disebabkan oleh penggunaan istilah-istilah yang sama dalam videografi dan sinematografi yang kemudian menjadi rancu.

Esensi

Videografi yang berbasis digital mengutamakan teknik mengoperasikan kamera, seni menangkap momen, dan menghasilkan video dengan kualitas baik. Namun, dengan mempertimbangkan elemen-elemen tersebut bukan berarti video yang dihasilkan ditujukan untuk kepentingan sinema atau film. Sedangkan sinematografi dapat dikatakan sebuah seni dalam menyampaikan sebuah pesan dan merepresentasikannya melalui visual. Sinematografi sendiri merupakan bentuk komunikasi visual atau bahasa kedua setelah cerita yang hendak disampaikan melalui sebuah film.


Absensi Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital Kelas XI Pertemuan Ke-5

 Jum'at, 26 Maret 2021 Pukul 10:00-12:00 WIB

Klik disini untuk melakukan Absensi Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital Kelas XI Pertemuan Ke-5

Kamis, 04 Maret 2021

Ulangan Harian ke-1 Semester Genap TP. 2020-2021

Mata Pelajaran : Simulasi dan Komunikasi Digital
Guru Mata Pelajaran : Faisal Azmi, S. Pd
Kompetensi Dasar :

3.12. Merancang dokumen tahap pra produksi
4.12. Membuat dokumen tahap pra produksi

Indikator Pencapaian Kompetensi :
3.12.1. Indikator Video dan Animasi, memahami alur proses pembuatan video.
3.12.2. Indikator Video dan Animasi, membandingkan sinopsis, naskah, dan storyboard.
4.12.1. Indikator Video dan Animasi, membuat sinopsis.
4.12.2. Indikator Video dan Animasi, membuat naskah.
4.12.3. Indikator Video dan Animasi, mendesain karakter.
4.12.4. Indikator Video dan Animasi, membuat storyboard
 
Materi Pokok :
1. Konsep pembuatan video
2. Teknik pembuatan sinopsis, naskah, dan storyboard
3. Desain karakter

Perhatikanlah soal yang dilampirkan berikut, kerjakanlah soal tersebut pada kertas HVS, kemudian fotokan hasil pekerjaan kalian, kirimkan via wa kenomor Pak Faisal








Absensi Mata Pelajaran Simulasi & Komunikasi Digital Kelas XI Pertemuan Ke-4

Jum'at, 6 Maret 2021 Pukul 10:00-12:00 WIB

Klik disini untuk melakukan absensi mata pelajaran simulasi & komunikasi digital kelas XI pertemuan ke-4

Latihan Soal Simulasi & Komunikasi Digital Pertemuan Ke-10

Jum'at, 4 Juni 2021  Pukul 10:00-12:00 WIB Kerjakanlah latihan soal berikut dengan baik dan benar! Latihan Soal Simulasi & Komunikas...